Mengenal Budaya Jawa

Saturday, 19 May 2012

Andhe Andhe Lumut

Seperti halnya Sruntul, Ande-ande Lumut bisa digolongkan ke dalam jenis drama tari, sebab dalam membawakan ceritera para pemain melakukannya dengan tarian.
Adapun fungsi pementasan Ande-ande Lumut ini kebanyakan adalah untuk mengiringi acara melepas nadzar.
Meskipun demikian ada juga yang dipentaskan hanya sebagai tontonan hiburan biasa.
Lakon yang bisa dimainkan dalam kesenian ini adalah ceritera-ceritera Panji yang diambil hanya dari seri kisah Ande-ande Lumut saja.
Untuk mementaskan pertunjukan secara lengkap diperlukan pendukung sebanyak ± 39 orang, yaitu 25 orang untuk menjadi pemain, 12 orang menjadi penabuh gamelan, dan 2 orang menjadi waranggana.
Dalam suatu group kesenian Ande-ande Lumut ini para pemainnya kadang kadang terdiri dari pria dan wanita, tetapi ada juga yang semuanya pria, sehingga peran wanita dimainkan oleh pria.
Dialog dalam pementasan disampaikan dengan irama yang monoton seperti dalam Langen Mondro Wanoro atau wayang orang gaya Yogyakarta, sedangkan alat musik yang digunakan adalah gamelan Jawa lengkap pelog dan slendro, atau slendro saja.
Kostum yang digunakan dalam pertunjukan ini seperti dalam wayang orang, tetapi mahkota yang dipakai para pemain berbeda, dan make-up yang dipakai juga bersifat realis.
Pertunjukan Ande-ande Lumut biasanya dilakukan pada malam hari selama kira-kira 6 jam dengan acara pra-tontonan berupa tari-tarian yang tidak ada hubungannya dengan ceritera pokok yang akan dipentaskan.
Dulu pementasan Ande-ande Lumut banyak dilakukan di arena pendapan dengan menggunakan alat penerangan berupa lampu minyak.
Sekarang pementasan pertunjukan ini sudah mulai dilakukan di panggung dengan menggunakan lampu petromak.

Sumber

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Ingin Share Artikel di blog ini? Untuk lebih mengenalkan budaya jawa lebih luas??
Silahkan bagi siapa saja yang mau ikut menshare artikel ke dalam blog ini. Untuk tata cara pengiriman artikel sebelumnya telah saya tuliskan disini, kali ini untuk mempermudah pengiriman artikel silahkan langsung di kirimkan ke email mengenalbudayajawa.kirimartikel@blogger.com dan akan langsung di publikasikan di dalam blog ini.
Ketentuan artikel yang di kirim bisa di baca disini.

TERIMA KASIH
" mari kita lestarikan budaya kita bersama-sama. "
Selamat Datang
Jam Sekarang
Tanggal
Salam Sapa :
Status Admin : Perlu di ingat blog ini hanyalah sekedar kumpulan artikel copy paste yang saya kumpulkan dari berbagai sumber dan saya gunakan hanya untuk bersenang-senang dan berbagi artikel, agar lebih mudah untuk di cari bukan bertujuan untuk mencari ketenaran atau penghasilan. Untuk blog original saya sendiri bukan yang ini... Jadi maaf jika semua artikel saya kumpulkan jadi satu. Apakah blog ini bermanfaat atau tidak itu tergantung dari para pengunjung sekalian. TERIMA KASIH
User : User Online

Fan Page

Pengalaman blakrak'an

Pengalaman blakrak'an

Saturday, 19 May 2012

Andhe Andhe Lumut

Seperti halnya Sruntul, Ande-ande Lumut bisa digolongkan ke dalam jenis drama tari, sebab dalam membawakan ceritera para pemain melakukannya dengan tarian.
Adapun fungsi pementasan Ande-ande Lumut ini kebanyakan adalah untuk mengiringi acara melepas nadzar.
Meskipun demikian ada juga yang dipentaskan hanya sebagai tontonan hiburan biasa.
Lakon yang bisa dimainkan dalam kesenian ini adalah ceritera-ceritera Panji yang diambil hanya dari seri kisah Ande-ande Lumut saja.
Untuk mementaskan pertunjukan secara lengkap diperlukan pendukung sebanyak ± 39 orang, yaitu 25 orang untuk menjadi pemain, 12 orang menjadi penabuh gamelan, dan 2 orang menjadi waranggana.
Dalam suatu group kesenian Ande-ande Lumut ini para pemainnya kadang kadang terdiri dari pria dan wanita, tetapi ada juga yang semuanya pria, sehingga peran wanita dimainkan oleh pria.
Dialog dalam pementasan disampaikan dengan irama yang monoton seperti dalam Langen Mondro Wanoro atau wayang orang gaya Yogyakarta, sedangkan alat musik yang digunakan adalah gamelan Jawa lengkap pelog dan slendro, atau slendro saja.
Kostum yang digunakan dalam pertunjukan ini seperti dalam wayang orang, tetapi mahkota yang dipakai para pemain berbeda, dan make-up yang dipakai juga bersifat realis.
Pertunjukan Ande-ande Lumut biasanya dilakukan pada malam hari selama kira-kira 6 jam dengan acara pra-tontonan berupa tari-tarian yang tidak ada hubungannya dengan ceritera pokok yang akan dipentaskan.
Dulu pementasan Ande-ande Lumut banyak dilakukan di arena pendapan dengan menggunakan alat penerangan berupa lampu minyak.
Sekarang pementasan pertunjukan ini sudah mulai dilakukan di panggung dengan menggunakan lampu petromak.

Sumber

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar

comments powered by Disqus

Buku tamu

Terima Kasih Kepada:

Dukung perkembangan blog ini.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More
Selamat Datang, Terima Kasih bagi sudah nyasar ke blog ini, Mau cari artikel lagi? silahkan ketikan di bawah ini..
 
Template Indonesia | Mengenal Budaya Jawa
Aku cinta Indonesia