I Emprak pada jaman dulu.
•Jumlah pemain 9‑15 orang semuanya laki‑laki
•Bila ada peran wanita, maka schagian pemain berdandan ala wanita.
•Alat musik (insntrument) perngiring berupa terbang (rebana) besar, terbang kecil dan kentongan
•Pakaian (kostum) pemain . kaos, sarung, dan koplok (topi) bayi
•Rias wajah: ala kadarnya yang penting menunjukkan kesan lucu / kocak
•Waktu pementasan malam hari dengan diiringi semalam suntuk
•Ternpat pentas di lantai dengan gelaran tikar (lesehan)
II. Emprak di masa sekarang .
•Jumlah pemain 9‑15 orang semuanya laki‑laki
•Bila ada peran wanita, maka schagian pemain berdandan ala wanita.
•Alat musik (insntrument) perngiring berupa terbang (rebana) besar, terbang kecil dan kentongan
•Pakaian (kostum) pemain . kaos, sarung, dan koplok (topi) bayi
•Rias wajah: ala kadarnya yang penting menunjukkan kesan lucu / kocak
•Waktu pementasan malam hari dengan diiringi semalam suntuk
•Ternpat pentas di lantai dengan gelaran tikar (lesehan)
III. Tema Cerita
Tema diambil dari kejadian di masyarakat seperti : kawin lari, kawin paksa, perselisihan rumah tangga, dll yang diakhiri dengan pesan‑pesan dan hikmah dari cerita yang dipentaskan. Dalam menyuguhkan suatu cerita juga diselingi dengan lawakan/banyolan, tuntunan-tuntunan, penerangan (tentang pertanian, agama, norma, politik, dll).
Posting Komentar
Posting Komentar
- Tuangkan saran maupun kritik dan jangan meninggalkan Spam.
- Berkomentarlah dengan bijak sesuai dengan konten yang tersedia.
- Tidak Boleh Promosi