Mengenal Budaya Jawa

Friday, 18 May 2012

Wayang kulit



 Wayang kulit adalah seni tradisional Indonesia, yang terutama berkembang di Jawa. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden. Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk dapat memahami cerita wayang(lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar.

Secara umum wayang mengambil cerita dari naskah Mahabharata dan Ramayana, tetapi tak dibatasi hanya dengan pakem (standard) tersebut, ki dalang bisa juga memainkan lakon carangan (gubahan). Beberapa cerita diambil dari cerita Panji.
Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga ( Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity ). Wayang kulit lebih populer di Jawa bagian tengah dan timur, sedangkan wayang golek lebih sering dimainkan di Jawa Barat.
Jenis-jenis Wayang Kulit Berdasar Daerah

* Wayang Kulit Gagrag Yogyakarta
* Wayang Kulit Gagrag Surakarta
* Wayang Kulit Gagrag Banyumasan
* Wayang Bali
* Wayang Kulit Banjar (Kalimantan Selatan)
* Wayang Palembang (Sumatera Selatan)
* Wayang Betawi (Jakarta)
* Wayang Cirebon (Jawa Barat)
* Wayang Madura (sudah punah)
* Wayang Siam
Dalang Wayang Kulit
Dalang-dalang wayang kulit yang mencapai puncak kejayaan dan melegenda antara lain almarhum Ki Narto Sabdo (Semarang), almarhum Ki Surono (Banjarnegara), Ki Timbul Hadi Prayitno, almarhum Ki Hadi Sugito (Kulonprogo, Jogjakarta), Ki Anom Suroto, Ki Manteb Sudarsono, Ki Enthus Susmono. Sedangkan Pesinden yang legendaris adalah almarhumah Nyi Tjondrolukito.

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Ingin Share Artikel di blog ini? Untuk lebih mengenalkan budaya jawa lebih luas??
Silahkan bagi siapa saja yang mau ikut menshare artikel ke dalam blog ini. Untuk tata cara pengiriman artikel sebelumnya telah saya tuliskan disini, kali ini untuk mempermudah pengiriman artikel silahkan langsung di kirimkan ke email mengenalbudayajawa.kirimartikel@blogger.com dan akan langsung di publikasikan di dalam blog ini.
Ketentuan artikel yang di kirim bisa di baca disini.

TERIMA KASIH
" mari kita lestarikan budaya kita bersama-sama. "
Selamat Datang
Jam Sekarang
Tanggal
Salam Sapa :
Status Admin : Perlu di ingat blog ini hanyalah sekedar kumpulan artikel copy paste yang saya kumpulkan dari berbagai sumber dan saya gunakan hanya untuk bersenang-senang dan berbagi artikel, agar lebih mudah untuk di cari bukan bertujuan untuk mencari ketenaran atau penghasilan. Untuk blog original saya sendiri bukan yang ini... Jadi maaf jika semua artikel saya kumpulkan jadi satu. Apakah blog ini bermanfaat atau tidak itu tergantung dari para pengunjung sekalian. TERIMA KASIH
User : User Online

Fan Page

Pengalaman blakrak'an

Pengalaman blakrak'an

Friday, 18 May 2012

Wayang kulit



 Wayang kulit adalah seni tradisional Indonesia, yang terutama berkembang di Jawa. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden. Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk dapat memahami cerita wayang(lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar.

Secara umum wayang mengambil cerita dari naskah Mahabharata dan Ramayana, tetapi tak dibatasi hanya dengan pakem (standard) tersebut, ki dalang bisa juga memainkan lakon carangan (gubahan). Beberapa cerita diambil dari cerita Panji.
Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga ( Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity ). Wayang kulit lebih populer di Jawa bagian tengah dan timur, sedangkan wayang golek lebih sering dimainkan di Jawa Barat.
Jenis-jenis Wayang Kulit Berdasar Daerah

* Wayang Kulit Gagrag Yogyakarta
* Wayang Kulit Gagrag Surakarta
* Wayang Kulit Gagrag Banyumasan
* Wayang Bali
* Wayang Kulit Banjar (Kalimantan Selatan)
* Wayang Palembang (Sumatera Selatan)
* Wayang Betawi (Jakarta)
* Wayang Cirebon (Jawa Barat)
* Wayang Madura (sudah punah)
* Wayang Siam
Dalang Wayang Kulit
Dalang-dalang wayang kulit yang mencapai puncak kejayaan dan melegenda antara lain almarhum Ki Narto Sabdo (Semarang), almarhum Ki Surono (Banjarnegara), Ki Timbul Hadi Prayitno, almarhum Ki Hadi Sugito (Kulonprogo, Jogjakarta), Ki Anom Suroto, Ki Manteb Sudarsono, Ki Enthus Susmono. Sedangkan Pesinden yang legendaris adalah almarhumah Nyi Tjondrolukito.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar

comments powered by Disqus

Buku tamu

Terima Kasih Kepada:

Dukung perkembangan blog ini.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More
Selamat Datang, Terima Kasih bagi sudah nyasar ke blog ini, Mau cari artikel lagi? silahkan ketikan di bawah ini..
 
Template Indonesia | Mengenal Budaya Jawa
Aku cinta Indonesia