-->

Ads 720 x 90

Tradisi Bancaan | mentak-mentik | udak-udikan

Tradisi di Kab Batang Bancaan | mentak-mentik | udak-udikan tidaklah terdengar asing bagi kita Bancaan / mentak-mentik / udak-udikan adalah sebuah tradisi masyarakat jawa khususnya di Kota Batang yang diperuntukan untuk bayi yang telah berumur 40 hari dari kelahirannya.
Tradisi ini adalah pencukuran rambut bayi dan identik dengan penyebaran / perayaan uang koin kepada orang-orang di halaman rumah.
Tradisi Bancaan
Pada tradisi ini yang pertama di lakukan adalah pencukuran rambut bayi, yang mana pada pencukauran ini disiapkan daun lumbu, cukilan kelapa, gula jawa dan telur yang dimasukkan pada sebuah baskom yang telah diisi air yang berguna sebagai tempat wadah rambut si bayi yang di cukur. Masing-masing bahan menandung arti. Sesudah bayi dicukur lalu di mandikan oleh dukun bayi.
Setelah bayi sudah mandi dan rapi serta dengan kepalanya yang botak, inilah yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang, yaitu tradisi penyebaran uang koin. Yeah uang koin yang di campur dengan beras dan kunir halus.
Tradisi Bancaan | mentak-mentik | udak-udikan
Sebelum uang di rayahkan, pertama-tama simbok (dukun bayi) memegang wadah yang berisi uang dan berdo'a. Setelah berdo'a selesai lalu simbokpun berkata "mentak-mentik slametane bocah cilik Allahuma...", lalu peara pengrayahpun langsung menjawab " Aamiin". Pyuur uang pun disebarkan ... waaw orang-orang langsun mengrayahnya. Tua-muda,cilik-gede podho ungsel-ungselan, ora peduli,. ada yang sikut-sikutan, tendang-tendangan, dan cepet-cepetan.. ha.. ha.. ha.. dan momen-momen inilah yang paling seru, bagi pengrayah, beb an pikiranpun terasa hilang dan sa'at itu juga simbok dukun bayipun menyiratkan / menggebyurkan air kepada para pengrayah.
Setelah koin di dalam wadah habis, dan inilah sa'atnya andam sego takir / nasi takir (nasi yang diwadahkan dalam takiran daun pisang) yang berlaukkan kluban kemudu,ikan asin,telur goreng,dan kerupuk.
Setelah semuanya selesai, para pengrayahpun pulang dengan hati yang senang dan dengan mengantongi uang receh dan nasi takir, dan tentunya dalam keada'an basah kuyup. ha ha ha pd baskom disiapkan bahan2 yang mempunyai  arti:_ telur: supaya kepala si bayi menjadi bundar, gula-kelapa: supaya si bayi menjadi manis, daun lumbu: supaya si bayi mempunyai pendirian.
Dan pd saat perayahan uang mempunyai arti: uang,beras,kunir mempunyai arti rezeki,kesejahteraan,dan kesehatan. Tidak lupa prosesi penggebyuran air yang bermakna kesuburan.

Sumber
Semoga artikel Tradisi Bancaan | mentak-mentik | udak-udikan bisa menambah wawasan bagi sobat mbudayajawa yang mampir kesini, kalau sobat mbudaya jawa mempunyai cerita tentang tradisi, kesenian, budaya yang terdapat di daerah sobat mbudayajawa bisa langsung di kirimkan ke mengenalbudayajawa@gmail.com

Jangan lupa klik tombol di bawah ini untuk share ke teman-teman dan bersama kita lestarikan budaya kita sendiri agar tidak hilang oleh jaman.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter