Mengenal Budaya Jawa

Sunday, 20 May 2012

SENI BARONGAN


a. Pemeran utama seni Barongan Kudus adalah Singo Barong yang jejuluk atau bergelar Gembong Kamijoyo, menurut kisahnya adalah putra pujan Mbak Dewi Partinah. Sejak kecil Gembong Kamijoyo dipelihara dan dibesarkan oleh Mbok Rondho Dhadhapan di Hutan Lodoyo. Gembong Kamijoyo yang menyerupai macan yang berpawakan besar berbulu doreng tersebut memiliki keistimewaan dan kelebihan dari pada hewan ‑hewan lainnya, karena mampu tatajalma

atau berbicara seperti manusia dan sakti mandraguna.

b. Kehebatan Gembong Kamijoyo akhirnya terdengar oleh para punggawa kerajaan Majapahit dan dilaporkan kepada Sang Prabu Brawijaya. Singkat ceritera Gembong Kamijoyo akhirnya pada suatu saat telah diserahkan atau nyuwito kepada Sang Prabu Brawijaya di Majapahit. Gembong Kmijoyo kemudian diangkat menjadi Raja Hutan diseluruh tanah Jawa dan diperbolehkan memangsa atau makan apa saja yang menjadi Jatahnya Sang Bathara Kala. Dengan demikian Gembong Kamijoyo seolah‑olah menjadi jelmaan Bathara Kala.

c. Gembong Kamijoyo mendapatkan tugas dari Sang Prabu Brawijaya untuk mencari dan menemukan dua orang cemaniloka. dalam keadaan hidup atau mati, karena berdua sudah berani melanggar paugeran kerajaan Majapahit yaitu menyebarkan agama suci di tanah Jawa tanpa meminta ijin terlebih dahulu kepada Sang Prabu Brawijaya. Puluhan tahun Gembong Kamijoyo menjelajahi hutan di tanah Jawa belum pernah menjumpai dan menemukan kedua orang tersebut, tidak terduga Gembong Kamijoyo tiba di hutan Patiayam bertemu dengan Penthul dan Tembem yang tidak lain adalah dua orang cemaniloka yang ia cari selama ini, maka akhimya terjadilah perang antara Penthul dan Tembem melawan Gembong Kamijoyo. Dalam peperangan itu akhirnya dimenangkan Pentul dan Tembem, Gembong Kamijoyo menyerah kalah dan tunduk kepada Pentul dan Tembem asalkan diberikan sekedar minum air bening berupa alunan asap padupaan.

d. Atas kemurahan Penthul dan Tembem permohonan Gembong Kamijoyo dipenuhi asalkan Gembong Kmijoyo mau berjanji dan sanggup melaksanakan perintah Penthul dan Tembem, yaitu
1. Dilarang memangsa manusia yang menjadi jatah Bathara Kala apabila manusia tersebut bersedia memberikan penggantinya yaitu berupa upacara ruwatan.
2. Dilarang memangsa sembarangan sato kewan / binatang karena binatang adalah pembantu para petani maka perlu dilindungi misalnya sapi, kerbau, kambing, itik dsb

Sumber

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Ingin Share Artikel di blog ini? Untuk lebih mengenalkan budaya jawa lebih luas??
Silahkan bagi siapa saja yang mau ikut menshare artikel ke dalam blog ini. Untuk tata cara pengiriman artikel sebelumnya telah saya tuliskan disini, kali ini untuk mempermudah pengiriman artikel silahkan langsung di kirimkan ke email mengenalbudayajawa.kirimartikel@blogger.com dan akan langsung di publikasikan di dalam blog ini.
Ketentuan artikel yang di kirim bisa di baca disini.

TERIMA KASIH
" mari kita lestarikan budaya kita bersama-sama. "
Selamat Datang
Jam Sekarang
Tanggal
Salam Sapa :
Status Admin : Perlu di ingat blog ini hanyalah sekedar kumpulan artikel copy paste yang saya kumpulkan dari berbagai sumber dan saya gunakan hanya untuk bersenang-senang dan berbagi artikel, agar lebih mudah untuk di cari bukan bertujuan untuk mencari ketenaran atau penghasilan. Untuk blog original saya sendiri bukan yang ini... Jadi maaf jika semua artikel saya kumpulkan jadi satu. Apakah blog ini bermanfaat atau tidak itu tergantung dari para pengunjung sekalian. TERIMA KASIH
User : User Online

Fan Page

Pengalaman blakrak'an

Pengalaman blakrak'an

Sunday, 20 May 2012

SENI BARONGAN


a. Pemeran utama seni Barongan Kudus adalah Singo Barong yang jejuluk atau bergelar Gembong Kamijoyo, menurut kisahnya adalah putra pujan Mbak Dewi Partinah. Sejak kecil Gembong Kamijoyo dipelihara dan dibesarkan oleh Mbok Rondho Dhadhapan di Hutan Lodoyo. Gembong Kamijoyo yang menyerupai macan yang berpawakan besar berbulu doreng tersebut memiliki keistimewaan dan kelebihan dari pada hewan ‑hewan lainnya, karena mampu tatajalma

atau berbicara seperti manusia dan sakti mandraguna.

b. Kehebatan Gembong Kamijoyo akhirnya terdengar oleh para punggawa kerajaan Majapahit dan dilaporkan kepada Sang Prabu Brawijaya. Singkat ceritera Gembong Kamijoyo akhirnya pada suatu saat telah diserahkan atau nyuwito kepada Sang Prabu Brawijaya di Majapahit. Gembong Kmijoyo kemudian diangkat menjadi Raja Hutan diseluruh tanah Jawa dan diperbolehkan memangsa atau makan apa saja yang menjadi Jatahnya Sang Bathara Kala. Dengan demikian Gembong Kamijoyo seolah‑olah menjadi jelmaan Bathara Kala.

c. Gembong Kamijoyo mendapatkan tugas dari Sang Prabu Brawijaya untuk mencari dan menemukan dua orang cemaniloka. dalam keadaan hidup atau mati, karena berdua sudah berani melanggar paugeran kerajaan Majapahit yaitu menyebarkan agama suci di tanah Jawa tanpa meminta ijin terlebih dahulu kepada Sang Prabu Brawijaya. Puluhan tahun Gembong Kamijoyo menjelajahi hutan di tanah Jawa belum pernah menjumpai dan menemukan kedua orang tersebut, tidak terduga Gembong Kamijoyo tiba di hutan Patiayam bertemu dengan Penthul dan Tembem yang tidak lain adalah dua orang cemaniloka yang ia cari selama ini, maka akhimya terjadilah perang antara Penthul dan Tembem melawan Gembong Kamijoyo. Dalam peperangan itu akhirnya dimenangkan Pentul dan Tembem, Gembong Kamijoyo menyerah kalah dan tunduk kepada Pentul dan Tembem asalkan diberikan sekedar minum air bening berupa alunan asap padupaan.

d. Atas kemurahan Penthul dan Tembem permohonan Gembong Kamijoyo dipenuhi asalkan Gembong Kmijoyo mau berjanji dan sanggup melaksanakan perintah Penthul dan Tembem, yaitu
1. Dilarang memangsa manusia yang menjadi jatah Bathara Kala apabila manusia tersebut bersedia memberikan penggantinya yaitu berupa upacara ruwatan.
2. Dilarang memangsa sembarangan sato kewan / binatang karena binatang adalah pembantu para petani maka perlu dilindungi misalnya sapi, kerbau, kambing, itik dsb

Sumber

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar

comments powered by Disqus

Buku tamu

Terima Kasih Kepada:

Dukung perkembangan blog ini.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More
Selamat Datang, Terima Kasih bagi sudah nyasar ke blog ini, Mau cari artikel lagi? silahkan ketikan di bawah ini..
 
Template Indonesia | Mengenal Budaya Jawa
Aku cinta Indonesia