-->

Ads 720 x 90

EMPRAK

http://v-images2.antarafoto.com/gsb/1273027201/tari-emprak-01.jpgEmprak adalah Jenis kesenian tradisional yang tumbuh dan berakar di msyarakat merupakan perpaduan dari musik, gerak (tari), dan peran (lakon) dengan mengangkat sebuah tema berupa cerita tentang kehidupan dengan maksud mernberikan pesan moral kepada masyarakat.

I Emprak pada jaman dulu.
•Jumlah pemain 9‑15 orang semuanya laki‑laki
•Bila ada peran wanita, maka schagian pemain berdandan ala wanita.
•Alat musik (insntrument) perngiring berupa terbang (rebana) besar, terbang kecil dan kentongan
•Pakaian (kostum) pemain . kaos, sarung, dan koplok (topi) bayi
•Rias wajah: ala kadarnya yang penting menunjukkan kesan lucu / kocak
•Waktu pementasan malam hari dengan diiringi semalam suntuk
•Ternpat pentas di lantai dengan gelaran tikar (lesehan)

II. Emprak di masa sekarang .
•Jumlah pemain 9‑15 orang semuanya laki‑laki
•Bila ada peran wanita, maka schagian pemain berdandan ala wanita.
•Alat musik (insntrument) perngiring berupa terbang (rebana) besar, terbang kecil dan kentongan
•Pakaian (kostum) pemain . kaos, sarung, dan koplok (topi) bayi
•Rias wajah: ala kadarnya yang penting menunjukkan kesan lucu / kocak
•Waktu pementasan malam hari dengan diiringi semalam suntuk
•Ternpat pentas di lantai dengan gelaran tikar (lesehan)

III. Tema Cerita
Tema diambil dari kejadian di masyarakat seperti : kawin lari, kawin paksa, perselisihan rumah tangga, dll yang diakhiri dengan pesan‑pesan dan hikmah dari cerita yang dipentaskan. Dalam menyuguhkan suatu cerita juga diselingi dengan lawakan/banyolan, tuntunan-tuntunan, penerangan (tentang pertanian, agama, norma, politik, dll).
Semoga artikel EMPRAK bisa menambah wawasan bagi sobat mbudayajawa yang mampir kesini, kalau sobat mbudaya jawa mempunyai cerita tentang tradisi, kesenian, budaya yang terdapat di daerah sobat mbudayajawa bisa langsung di kirimkan ke mengenalbudayajawa@gmail.com

Jangan lupa klik tombol di bawah ini untuk share ke teman-teman dan bersama kita lestarikan budaya kita sendiri agar tidak hilang oleh jaman.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter